Suzuki Pertimbangkan Untuk Gabung di Aliansi Toyota-Mazda

Kolaborasi yang telah dijalin oleh Toyota dan Mazda belakangan ini ternyata membuat Suzuki tergiur untuk bisa bergabung juga, dengan tujuan agar bisa lebih mudah mengembangkan kendaraan lebih ramah lingkungan.

Suzuki saat ini tengah kesulitan pengembangan calon kendaraan terbarunya dalam menekan tingkat emisi sesuai standar di dunia. Sebelumnya Toyota dan Suzuki telah merundingkan soal kemitraan pada Februari lalu.

Kemitraan yang dimaksud akan dimulai dengan bisnis pada area seperti teknologi lingkungan, keselamatan dan informasi. Ke depannya hal tersebut kemungkinan akan menjadi rencanan besar dari aliansi atau sejenisnya, antara Toyota dan Suzuki.

Baru-baru ini, Toyota, Mazda dan Denso (milik Toyota) sepakat untuk bersama-sama mengembangkan struktur basis teknologi kendaraan listrik. 40 engineer dari masing-masing perusahaan akan ditunjuk menjalankan peran sentral.

Toyota memberikan kontribusi terbesar dengan berinvestasi 90 persen, sementara Mazda dan Denso masing-masing menyumbang 5 persen investasi yang tidak disebutkan nilainya tersebut.

Proyek Joint Venture akan berbasis di Nagoya, Jepang, untuk menangani riset dan pengembangan struktur basis teknologi kendaraan listrik yang akan mencakup rangkaian segmen dan tipe, di mana idenya akan meyakinkan respons cepat dan fleksibel terhadap tren pasar yang ada.

Mazda akan berperan pada pengembangan product planning dan computer modelling, Denso pada teknologi elektronik dan Toyota pada platform New Global Structure (TNGA).

Toyota, Mazda, dan Denso bersepakat melakukan kerjasama untuk mengembangkan kendaraan listrik. Ketiganya akan membentuk perusahaan baru yang disebut EV (electrical vehicle) Common Architectural Spirit. Perusahaan ini akan bermarkas di Nagoya, Jepang.

Toyota memegang 90 persen saham perusahaan anyar ini, sementara Mazda dan Denzo menjadi pemasok komponennya dengan masing-masing memegang saham lima persen.

Sebelumnya, Toyota fokus mengembangkan kendaraan hidrogen. Baru tahun lalu perusahaan otomotif terbesar di Jepang ini membangun divisi untuk mengembangkan mobil listrik. Divisi yang dipimpin oleh Presiden Toyota, Akio Toyoda ini akan mengincar pasar mobil elektrik China dalam beberapa tahun mendatang.

Kalian masih ingat dengan aliansi baru yang dibangun oleh Toyota, Mazda dan Denso? Ya, mereka bergabung untuk mengembangkan mobil bertenaga Listrik dengan mengerahkan kelebihan masing – masing, seperti Toyota dengan kelebihannya di bidang arsitektur, Mazda dengan computer modelling-nya, serta Denso dengan kemampuannya di bidang part elektronik.

Saat ini, baik Toyota maupun Mazda belum memasarkan mobil yang bertenaga listrik sepenuhnya. Sementara Mazda memiliki masalah permodalan untuk mengembangkan mobil listrik.

Dalam kesepakatannya, Toyota akan berkontribusi melalui platform Toyota New Global Architecture (TNGA), Mazda perencanaan serta keahlian produk dalam pengembangan berbasis pemodelan komputer, sementara peran Denso adalah berbagi pengetahuannya tentang teknologi elektronik.

Buah kolaborasi ketiga perusahaan ini akan dituai dalam berbagai model kendaraan listrik, mulai dari mobil penumpang, sport utility vehicle (SUV), hingga truk ringan.

Untuk mempercepat pengembangan dan menurunkan biaya produksi, ketiga perusahaan tersebut membuka kesempatan produsen serta pemasok mobil lain untuk bergabung.

Tujuannya, agar para produsen yang terlibat dalam kolaborasi ini bisa mendapat arsitektur standar untuk berbagai tipe kendaraan listrik.

Seperti yang kita tahu, mengembangkan mobil listrik tidaklah mudah dan murah, sehingga aliansi macam ini sudah bukan hal yang aneh. Sebuah kabar menarik hadir dari Suzuki, yang mana mulai mempertimbangkan untuk memperkuat aliansi dari Toyota-Mazda-Denso. Suzuki sendiri memiliki kelebihan d segmen mobil berukuran kecil serta basis yang sangat kuat di pasar India, salah satu pasar otomotif yang disegani Dunia.

Selain itu, Suzuki juga sedang mengembangkan mobil masa depan di tengah cukup ketatnya peraturan mengenai standar emisi sebuah kendaraan. Suzuki dan Toyota sendiri sebenarnya sudah sempat membuat persetujuan pada awal tahun 2017 lalu, dimana kedua merk ini akan berpartner dan berbagi dalam hal teknologi dan produksi serta piranti keselamatan. Sehingga bisa saja nantinya aliansi Toyota-Mazda-Denso akan menjadi salah satu program dalam persetujuan diantara Toyota dan Suzuki.

Aliansi yang bernama EV C.A. Spirit Corp. ini sendiri akan berlokasi di Nagoya, Jepang dan akan bekerja untuk melakukan riset dan pengembangan pada struktur dasar sebuah mobil listrik. Dimana Toyota dengan TNGA-nya akan menjadi arsitektur dasar dari produk – produk teesebut. Dengan hasil riset aliansi ini, maka tiap pabrikan bisa dengan fleksibel mengembangkan sebuah mobil listrik, baik mobil kecil, mobil penumpang ataupun mobil muatan ringan.

Jika benar Suzuki akan bergabung dengan aliansi ini, maka tentunya aliansi ini akan semakin kuat dan menjadi win-win solution untuk permasalahan mobil listrik.