Toyota dan Mazda Bentuk “Geng” Baru Kendaraan Listrik

Toyota, Mazda, dan Denso sepakat untuk membentuk ‘saweran’ dan membentuk perusahaan patungan yang akan fokus terhadap pengembangan kendaraan listrik. Nantinya mereka bakal tergabung di perusahaan bernama EV C.A Spirit Corporation.

Sebagai investor terbesar di EV C.A Spirit Corporation, Toyota disebut bakal menguasai 90 persen saham. Sementara Mazda dan Denso masing-masing memiliki 5 persen saham. Menurut Toyota, kehandalan insinyur Mazda dalam membuat terobosan baru mesin tanpa busi yang disebut Homogeneous Charge Compression Ignition (HCCI), membuat pihaknya tertarik untuk melakukan kerja sama ini.

“Mazda, Denso dan Toyota telah memutuskan pengembangan teknologi struktur dasar untuk kendaraan listrik, Ini mencakup beragam segmen dan tipe kendaraan. Sekaligus memastikan respons yang fleksibel dan cepat terhadap tren pasar,” bunyi pernyataan resmi Toyota seperti dilansir dari Autoguide.

Kerja sama ini mencakup pengembangan beragam model, mulai dari kendaraan kecil sampai kendaraan penumpang, SUV, dan truk ringan. Proyek ini bertujuan untuk berinovasi dalam proses pembangunan dengan menggabungkan kekuatan masing-masing perusahaan.

Termasuk perencanaan produk dan kecakapan Mazda dalam pengembangan berbasis pemodelan komputer, teknologi elektronik Denso, serta platform Toyota New Global Architecture (TNGA).

Toyota Motor bentuk “geng” baru menggandeng Mazda dan produsen komponen Denso Corporation, untuk mengembangkan teknologi dasar kendaraan listrik. Ketiganya menandatangani nota kesepakatan, Kamis (28/9/2017).

Leih dari itu, ketiganya juga memutuskan untuk mendirikan perusahaan baru. Entitas tersebut bakal terdiri dari beberapa insinyur terpilih dari masing-masing perusahaan, untuk memastikan pelaksanaan pengembangan teknologi bisa jalan bersama secara efisien.

Ini menjawab tantangan era baru, di mana banyak negara mulai menerepkan kebijakan ketat, untuk mengurangi polusi udara dan efek rumah kaca. Ini jadi isu mendesak, juga untuk merespons permintaan kendaraan listrik di seluruh dunia secara luas.

Perjanjian mencakup pengembangan beragam model, mulai dari kendaraan kecil hingga kendaraan penumpang, kemudian SUV, dan truk ringan. Prosesnya dengan menggabungkan kekuatan masing-masing perusahaan, termasuk perencanaan produk dan kecakapan Mazda dalam pengembangan berbasis pemodelan komputer, Teknologi elektronik Denso, dan platform Toyota New Global Architecture (TNGA).

Melalui proyek pengembangan bersama, melalui kemampuan masing-masing, Mazda dan Toyota bermaksud untuk memfokuskan untuk nilai-nilai kendaraan fundamental, agar kendaraan listrik mereka tetap punya identitas masing-masing merek.

Di perusahaan baru, Toyota menjadi pemilik terbesar dengan menguasai saham sampai 90 persen, sementara Mazda dan Denso masing-masing, 5 persen.  Modal awal yang digelontorkan 10 juta yen atau Rp 134 miliaran.

Aliansi Toyota dengan Mazda dan Denso untuk kembangkan mobil listrik.  Dua pabrikan mobil dan satu pabrikan eletronik ini berkolaborasi ciptakan mobil listrik untuk masa depan. Proyek apa yang sedang digagas?

Persaingan mobil listrik sudah di depan mata dan diperkirakan dalam waktu dekat populasinya akan mendominasi pasar otomotif dunia. Hingga saat ini, cukup masuk bila beberapa pabrikan menggalang aliansi untuk memperkuat kedudukan di singgasana sebagai produsen mobil listrik terbaik.

Langkah kongkrit pun diambil Toyota, Mazda dan Denso yang telah menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan teknologi dasar untuk kendaraan listrik.

Dari kenjasama tersebut lahirlah perusahaan baru yaitu  EV CA Spirit.co.Ltd. Perusahaan ini berfungsi sebagai pusat pengembangan proyek kerjasama ketiga pabrikan itu khususnya untuk teknologi mobil listrik. Program awal akan melibatkan 40 personil yang meliputi insinyur terpilih dari ketiga pabrikan Jepang tersebut.

Toyota tercatat menjadi penanam saham mayoritas dengan investasi sebesar 90{9eb07d03fafba06b9f6f537101ce340a1621c874a41b7e0b66012a055709d407}, sedangkan Mazda dan Denso masing-masing mengantongi 5{9eb07d03fafba06b9f6f537101ce340a1621c874a41b7e0b66012a055709d407} kontribusi sahamnya.

Joint Venture ini bermarkas di Nagoya dan akan melakukan penelitian dan pengembangan teknologi dasar untuk kendaraan listrik yang akan mencakup beragam segmen dan tipe kendaraan mulai dari mobil mini hingga kendaraan penumpang dan truk ringan. Ide itu untuk memastikan respon yang fleksibel dan cepat terhadap tren pasar.

Dikabarkan bahwa perusahaan baru ini cukup terbuka untuk partisipasi oleh pembuat mobil dan pemasok lainnya.