Toyota Utamakan Produksi Mobil Dalam Negeri

4b

Diterapkannya kebiajakan perdagangan bebas dengan dunia internasional memang semakin memudahkan distributor mengimor mobil masuk ke Idnonesia.
Namun perlu diketahui jika hal ini bisa mengancam pertumbuhan indutri otomotif dalam negeri.
Bila tidak diantisipiasi, maka kebanyakan merek bakal lebih memilih menjual mobil impor karena lebih menguntungkan.
Adanya persaingan antara produk impor dan produk dalam negeri juga tidak akan bisa dihindari dengan adanya kebijakan ini.
Toyota, di bawah Toyota Astra Motor (TAM) dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah memiliki basis industri yang kuat.
Meski begitu era perdangan bebas dengan pajak bea masuk yang semakin mengecil tidak dipandang enteng.
Direktur Pemasaran TAM Rahman Samulo menerangkan, Toyota ingin menguatkan industri dalam negeri.
Saat ini sebagian besar mobil yang dipasarkan domestik diprodusi di dalam negeri, yaitu Agya, Etios, Avanza, Yaris, Vios, Limo, Rush, Innova, dan Fortuner.
“Dengan kekuatan pondasi industri itu, Toyota berharap ini menjadi kekuatan di samping jaringan yang kuat, pelayanan penjualan dan purna jual terbaik,” ujar Samulo.
Menurut Samulo menjual mobil di Indonesia bukan hanya mengandalkan produk. Inilah yang menjadi modal daya saing merek lama di Indonesia menghadapi “serangan” importir atau produk baru.
“Produk itu hanya salah satu faktor, pertanyaan berikutnya jaringan yang kuat. Intinya, pengalaman saya, menjual mobil di Indonesia itu harus lengkap, tidak bisa hanya bicara produk,” jelas Samulo.
Toyota akan selalu condong memproduksi mobil di Indonesia dibanding menjual barang impor, ungkap Samulo.
“Keinginan Toyota bagaimana menguatkan industri dalam negeri, makanya kalau volume (model baru) cukup kita akan produksi. Produk yang kita produksi kan memang kita sesuaikan dengan kebutuhan Indonesia,” kata Samulo.