Wisata Coban Rondo

 

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Propinsi Jawa Timur. Malang mempunyai banyak potensi wisata yang bisa kita kunjungi jika kita singgah di kota yang berhawa sejuk ini.Obyek wisata di Malang tersebar di berbagai wilayah di kota yang juga berjuluk kota apel tersebut. Tempat wisata di Malang terdiri dari berbagai macam pilihan seperti wisata pantai, museum, pemandian, wahana permainan, kuliner, bahkan air terjun. Salah satu air terjun yang sangat terkenal dan selalu ramai pengunjung adalah air terjun coban rondo. Air terjun di Malang bukan hanya Air Terjun Coban Rondo, banyak air terjun cantik lainnya yang berada di Malang, seperti Air Terjun Coban Pelangi, Air Terjun Banyu Anjlok, Air Terjun Sumber Pitu, semua air terjun tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

D:\wulan\2\1.jpg

Air Terjun Coban Rondo menyimpan legenda unik,bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan.  Ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.  Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo.  Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

D:\wulan\2\2.jpg

Air Terjun Coban Rondo mempunyai ketinggian kurang lebihnya sekitar 84 m dan terdapat di ketinggian 1.135 meter jika dari permukaan air laut. Airnya berasal dari sebuah sumber yang terdapat di Cemoro Dudo, kawasan lereng Gunung Kawi dengan kapasitas air 150 liter tiap detik ketika musim hujan dan sekitar 90 liter tiap detik sewaktu musim kemarau. Curah hujan rata-rata adalah 1.721 mm/th, bulan basah pada bulan November sampai dengan bulan Maret dan untuk bulan kering pada bulan April sampai dengan bulan Oktober dengan suhu rata-rata lebih dari – 22°C. Sebelum namanya menjadi Coban Rondo, sebenarnya di atasnya lagi terdapat air terjun kembar yang sering disebut dengan nama Coban Manten. Kemudian mengalir ke bawah lagi, air terjun itu menjadi satu dengan Coban Dudo. Uniknya lagi, Coban Dudo tersebut yang mengalir ke bawah lagi sehingga menjadi Coban Rondo. Dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata di malang yang cukup populer.

D:\wulan\2\Air Terjun Coban Rondo Malang 18.jpg

Sumber mata air Coban Rondo yang termasuk wilayah Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang ini berasal dari daerah Kepundan, yang terletak sekitar 3-4 kilometer di dataran yang terletak di bagian atas kawasan air terjun. Selain Coban Rondo terdapat dua air terjun lain yang tidak kalah menakjubkan, yaitu Coban Manten dan Coban Dudo. Hanya saja akses menuju kedua air terjun masih berupa jalan setapak di tengah hutan. Tentu tidak akan nyaman bagi travelers, kecuali jika kamu telah berpengalaman atau terbiasa melakukan hiking atau berjalan kaki di tengah hutan.  Air yang jernih dan sejuk, ditambah pemandangan kawasan hutan yang menakjubkan akan memudarkan rasa lelah setelah berjalan kaki cukup lama. Kamu bisa menyegarkan diri kembali dengan mandi di bawahshower alam Coban Rondo sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Moda transportasi umum yang tersedia untuk menuju Air Terjun Coban Rondo adalah bus jurusan Malang-Kediri via Pujon dengan ongkos sekitar Rp 2500/ orang.  Sedangkan tiket masuk Air Terjun Coban Rondo juga sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp 3000-Rp 4000/ orang, dengan harga tiket parkir Rp 3000 untuk kendaraan roda empat, dan Rp 1000 untuk kendaraan roda dua.